haji murah daftar ke belajar bahasa arab pemula
Kalimantan Selatan, Indonesia
Place Type:
Travel Agency, Point Of Interest, Establishment
Address:
Jl. Cemara Raya, Sungai Miai, Banjarmasin Utara, Kota
Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123, Indonesia
JAKARTA, Indonesia — Hari Raya Iduladha 1438
Hijriyah akan jatuh pada Jumat, 1 September.Indonesia sebagai negara dengan
populasi umat Muslim terbesar di dunia tentunya juga merayakan hari raya yang
biasa disebut juga Lebaran Haji tersebut.
Indonesia memiliki perjalanan panjang untuk mencapai
fase “damai” dalam ibadah haji dan merayakan hari raya tersebut.
Agama Islam telah masuk ke Indonesia sejak lebih
dari 10 abad yang lalu. Disinyalir, Islam diperkenalkan kepada masyarakat
Indonesia melalui perdagangan.
Menurut data dari Kementerian Agama RI, sejak abad
19 akhir, sudah ada jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci.
Meskipun dengan fasilitas transportasi yang seadanya
dan jauh lebih tidak nyaman dibanding saat ini, jemaah haji pada saat itu tetap
melanjutkan perjalanannya.
Kebanyakan dari mereka pergi menggunakan kapal
dagang, dengan memakan waktu berbulan-bulan untuk tiba di Mekah.
Ketika Indonesia masih berada di dalam kekuasaan
pemerintah kolonial Belanda, sempat terjadi pembatasan untuk umat Muslim
Indonesia berangkat haji, yakni pada tahun 1825, 1827, 1831, dan 1859.
Pembatasan tersebut muncul lantaran banyaknya kasus
perlawanan terhadap pemerintahan yang berasal dari golongan haji.
Pada 1869, terusan Suez yang menghubungkan laut
Mediterania dan laut Merah dibuka. Hal ini mempersingkat waktu tempuh jemaah
haji Indonesia yang berangkat ke Mekah menggunakan kapal laut.
Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, merupakan
salah satu tokoh nasional yang pergi haji sebelum segala fasilitas memadai. Ia
pergi haji di usianya yang baru menginjak 15 tahun, atau tepatnya pada 1883,
dan tinggal di Mekah selama 5 tahun.
Muhammadiyah kemudian merintis Bagian Penolong Haji
pada 1912.
Pemerintah kolonial Belanda juga pernah menunda
keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 1915, akibat pecahnya Perang Dunia
Pertama. Kala itu, biaya hidup dan transportasi menjadi mahal, dan tidak ada
transportasi milik Belanda yang beroperasi.
Ibadah haji untuk jemaah Indonesia pun pernah
dihentikan pada 1947 berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh pimpinan Majelis
Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), KH Hasyim Asj’ari, menyusul situasi genting
di Indonesia pasca kemerdekaan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar